Blogsphere Kembali Panas, Berfikirlah Positif Kawan
Mar. 17, 2009 | under Kebenlahmenan
Bukan memang, memang bukan halah…
bukan kapasitas saya untuk ikut membicarakan “panasnya bahang” blogsphere Indonesia akhir-akhir ini, karena saya tidak ada sangkut pautnya dengan para penuduh dan tertuduh dalam “kawah candradimuka” belakangan ini. Akan tetapi alangkah bijaknya jika kita bisa “menyusup” ke dalamnya dan kembali dengan pelajaran yang berharga dan menyejukkan hati.
Kenapa ya hal ini harus terjadi lagi? Ya karena kita hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa, salah dan silap. Tapi jika kita bisa menerapkan cara mengontrol emosi dengan bijak, niscaya kita akan bisa berfikir positif
Berawal dari membaca dan berkomentar pada status facebooknya om Cosa tadi malem, saya baru tahu bahwa ada “perang saudara” lagi tapi belum tahu perang apaan. Saya sih benlahmen ajah asal ngga ada sangkut pautnya ama saya. Kemudian berkunjunglah saya ke memanfaatkan blogger lain-nya juragan Sapimoto untuk ngecek komentar, dan…
Saya terbawa ke satu blog (maaf tidak saya sebutkan nama blog-nya) yang mungkin menjadi sumber api. Isinya…Anda pastinya sudah membaca dan menyimpulkan sendiri. Komentarnya pun sudah berjibun banyaknya (termasuk komentar reka-reka [maaf tapi saya rasa memang ada komentar jadi-jadian untuk memperkeruh keadaan]) termasuk komentar saya (sekali lagi maaf saya memang dua kali berkomentar karena yang pertama saya lupa ngasih alamat saya).
Wuhhh…begitu kerasnya para pengkritik menyuarakan isi hati mereka, tidak tanggung-tanggung dan tidak malu-malu. Memang begitukah caranya berdemokrasi? Betul, dan tidak betul. Secara mereka terbawa emosi dan enggan berfikir positif dengan kepala dingin. Ehmm…nampaknya kita akan ditertawakan bangsa lain.
Malaysia contohnya, mereka akan mentertawakan kita jika mereka tahu. Bukanya ingin menyanjung blogsphere Malaysia, tapi saya rasa saya belum pernah mendengar kisruh di blogsphere mereka kecuali kasus penahanan blogger mereka oleh pihak terkait. Secara setiap hari saya berinteraksi dengan mereka di dunia nyata (karena saya bekerja di sini, Malaysia) dan maya (kadang-kadang sih).
Satu poin, jika yang kita mempertanyakan sikap plin-plan tertuduh yang sudah pamit dari dunia online lalu kembali lagi, nampaknya saya juga tersindir. Saya pernah melakukannya kemarin, dalam postingan terima kasih teman, selamat tinggal sekitar satu bulan lalu, saya pamit untuk kembali atau tidak. Tapi nyatanya saya kembali lagi meskipun tidak berani mengatakan bahwa saya kembali dan hanya sekedar kangen. Di sinilah letak keunikan blogging, yaitu bikin kangen. Dan bukannya saya plin plan tapi saya benar-benar kangen.
Nah, bagaimana menyikapi kisruh wal gawat akhir-akhir ini? Kuncinya ada pada diri kita sendiri.
berfikir positif dan obyektif
Dan pesan kepada teman-teman, jangan kalian terhanyut suasana. Sekali lagi berfikir positif kawan.
(Maaf tidak ada link ke penuduh dan tertuduh supaya tidak tambah kisruh. Terima kasih)
Related posts: