Isu Manohara : Permintaan Maaf Dan Tawaran Damai

[by Benlahmen] [on Jun.05, 2009] [filed in : Kasus Manohara]

Merebaknya isu Manohara Pinot yang mulanya adalah masalah intern suami istri kini sudah menjadi konsumsi publik. Tidak dielakkan komentar-komentar pro dan kontra semakin merajalela bahkan sudah over generalisation. Warga Indonesia mengatakan “A” dan warga Malaysia menyebut “B” bahkan saling ejek, hina menghina, maki hamun sudah menjadi biasa. Mengapa itu terjadi? Siapa yang pro dan kontra?

Tidak perlu keluar dari blog sederhana ini. Sejak kepulangan Manohara, kasus ini semakin heboh dan blog ini kebanjiran pengunjung akibatnya komentar-komentar miring dan saling serang mewarnai setiap artikel saya sebelumnya. Bisa Anda baca sendiri. Nah, apa hikmah yang bisa kita ambil?

Bukan, artikel ini bukan untuk mengabarkan bahwa Manohara meminta maaf dan mengajak damai kepada Tengku Fahry atau sebaliknya, melainkan sebagai permintaan maaf dan tawaran damai dari saya secara pribadi. Apa maksudnya?

Di sini saya, Abu Amin atau biasa dipanggil Benlahmen oleh rakan-rakan saya, adalah bertanggung jawab penuh atas setiap artikel dan balasan komentar dari saya, sementara Anda bertanggung jawab atas komentar-komentar Anda. Sama seperti Anda, saya adalah manusia biasa ciptaan-Nya. Salah dan silap bisa saja terjadi setiap saat.

Oleh karena itu dengan tulus saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah saya tulis dan katakan sekiranya ia menjadikan Anda tidak puas hati atau bahkan marah. Memang saya akui terdapat tulisan-tulisan saya yang bersifat provokatif, baik dalam judul, isi artikel maupun balasan komentar. Semua yang saya tulis adalah bersumber dari media massa, pengalaman dan juga prinsip saya.

Saya sebagai warga negara Indonesia wajib membela negara saya sekiranya saya rasa negara saya berada pada jalan yang benar meskipun ianya bertentangan dengan Anda. Dan Anda khususnya warga Malaysia wajib melakukan sebaliknya terhadap negara Anda sehingga membuatkan kita beradu kata-kata bahkan saling memaki hamun. Untuk itu dari pihak saya pribadi sekali lagi saya memohon beribu-ribu maaf dari Anda (khususnya warga Malaysia) atas kata-kata saya yang tidak berkenan di hati Anda. Siapalah saya, saya hanya manusia biasa yang sedang belajar berdemokrasi, bersolidaritas, berprinsip dan berpatriotisme.

Dan saya mohon Anda bersedia memaafkan saya jika Anda rasa saya salah meskipun ianya tidak mengubah pendirian saya dan Anda karena saya rasa saling memaafkan jauh lebih mulia ketimbang kita saling mencerca.

kita semua hanya hamba-Nya yang tidak mungkin luput dari dosa, betul?

Jika Anda cermati artikel-artikel saya tentang Manohara Pinot seakan-akan blog ini sudah menjadi sebuah forum dengan saya sebagai pembuat thread dan Anda membalas berkomentar. Seperti forum Topix yang bagi saya adalah neraka bertamengkan demokrasi dan kebebasan bersuara terutama subforum yang berkaitan tentang Indonesia dan Malaysia dimana seluruh isi kebun binatang berkumpul bersatu dengan alat-alat kelamin :grin: dan api kebencian. Naudzubillah…dan saya sarankan Anda untuk tidak terlibat di dalamnya.

Untuk itu daripada kita semua bermusuhan, bagaimana kalau saya tawarkan

Damai Untuk Indonesia – Malaysia

Bukankah itu jauh lebih mulia? Atau juga kita balik bersatu bergenggaman tangan bahu membahu melawan musuh-musuh nyata kita, kaum Zionis dan sekutu-sekutunya yang sememangnya sedang mentertawakan kita karena kita bermusuhan. Mari wujudkan Malaysia-Indonesia damai, bersatu melawan arus modernisasi.

Kita selesaikan masalah budaya, batas negara dan tenaga kerja dengan damai dan satu sama lain harus saling memahami bahwasanya kita, Indonesia-Malaysia adalah saudara dan saling membutuhkan. Tidak ada yang lebih indah kecuali damai dan solidaritas.

Sekali lagi saya memohon maaf dan saya tawarkan damai. Namun semua terpulang kepada Anda, jika Anda masih mementingkan ego masing-masing.

Dan tidak lupa mari kita tegur masing-masing pemerintahan yang korup dan hanya mementingkan diri sendiri.

PEACE LOVE UNITY and RESPECT

Credit : Terima kasih kepada para komentator yang budiman, yang telah mengkritik dan mengingatkan saya. Salam damai.

Related Post :


Incoming search terms :

1000 permintaan maaf, benkono munine, permintaan maaf manusia biasa
:, , , ,

  • Share/Bookmark

18 Comments for this entry

I don't care about dofollow or nofollow and I hate comment moderation, if you're willing to leave a comment, write bellow. Thank you

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

MyBlogLog Readers

Follow Us On NetworkedBlogs