Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 In Memoriam
Apr. 21, 2009 | under Kebenlahmenan
Kampanye damai pemilu Indonesia 2009 dan kontes SEO yang mewarnai perjalanan pemilu Indonesia tahun 2009 menjadi wahana penting dalam rangka benar-benar menyuarakan kampanye damai beralaskan undang-undang pemilu. Berbagai halangan dan rintangan yang menghambat jalannya pemilu 2009 seakan-akan sudah hal biasa diantara kampanye dan pemilu yang menyisakan rasa tidak puas hati dikalangan partai-partai peserta pemilu dan calon-calon legislatif.
Meskipun sistem pemilu di Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan yang signifikan, namun tetap saja penyelewengan terhadap UU pemilu terus “berbau busuk”. Sebagai pengingat saja, pada pemilu legislatif kemarin – meskipun ngga ikutan nyontreng apalagi dapet pesangon – penyelewengan dalam bentuk money politic tidak dapat dielakkan dan bahkan hal itulah yang sebenarnya diharapkan para pemilih. Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, Indonesia seharusnya lebih peka terhadap pengamalan “duit jajan” tersebut, mengingat hal tersebut jelas-jelas diharamkan di sisi Islam.
Sejarah Indonesia mengatakan sejak pemilu 1999 sampai sekarang, arus demokrasi menjadi pedoman dasar dalam setiap sudut kehidupan masyarakat. Mulai maraknya demonstrasi pasca era orde baru sampai tumbuh suburnya partai-partai gurem mengatasnamakan mandat rakyat, yang seolah-olah menjadi trendmark masyarakat mancanegara untuk mendeskripsikan tentang Indonesia. Mereka kemungkinan mengatakan, inilah Indonesia baru yang bebas.
Perubahan mendasar atas sistem pemilu di Indonesia menumbuhkan bibit-bibit kebebasan dan menunjukan pintu keluar dari apa yang disebut “monopoli politik partai-partai besar” yang sudah menjadi rahasia umum pemilu sebelum era reformasi kebangsaan. Pemilu presiden menjadi contoh betapa semakin terbukanya jalan dalam kesesatan pemilu. Pemilu presiden secara langsung menjadi perwujudan demokrasi ala liberal – paling tidak menurut saya. Karena dengan begitu, sosok pribadi calon presiden Indonesia akan menjadi buah dada bibir masyarakat. Penonjolan pribadi akan berimbas pada (kemungkinan) dikenalnya siapa sebenarnya calon presiden. Lantas siapa pilihan Anda? Adakah Anda termasuk mereka yang say no to Megawati? Dan pro Sby? Saya sih benlahmen aja, nyontreng aja kagak
(mencoba mengangkat kembali SERP benlahmen.com yang lenyap pasca foto bugil Julia Perez, google give me back my SERP please)
Related posts: