Kasus Manohara, Malaysia Ingin Dihargai?
[by Benlahmen] [on May.14, 2009] [filed in : Kasus Manohara]
Berkaitan kasus Manohara Odelia Pinot, timbul beberapa pertanyaan, kapan masalah ini akan berakhir? Siapa yang benar dan siapa yang bersalah? Dan yang paling utama, kapan Indonesia dan Malaysia akan berdamai luar dalam? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus hadir berikutan kasus yang tak kunjung tuntas bahkan belum menunjukkan titik temu, sehingga beberapa waktu lalu hadir 2 buah komentar pada artikel “Manohara Odelia Pinot disiksa? GANYANG MALAYSIA..!!!” oleh warga Malaysia yang hanya mengaku sebagai truemalaysian.
Komentar #1
for indonesian’s info..
please do stop blaming malaysians..
because u doesn’t know what indonesian in malaysia had done which is worst things (such as robbery,raped,killing,and illegally come here taking our land for free) than this manohara case n we never talking something bad about indonesians..
so please do respect other countries and do not just talking nonsense..TQ
Komentar #2
n one thing..the ‘pangeran’ who had been shown in your video above is NOT the tengku temenggong fakhri,kerabat diraja kelantan, but he is a good sultan of Terengganu so please respect us by removing the video.TQ.
Saya telah menjawab kedua komentar tersebut dan bisa Anda lihat di sini dan di sini, namun mungkin perlu perjelas sekali lagi.
u doesn’t know what indonesian in malaysia had done which is worst things (such as robbery,raped,killing,and illegally come here taking our land for free) than this manohara case
Memang saya akui terdapat beberapa dari warga Indonesia yang melakukan hal-hal buruk seperti merampok, memperkosa, membunuh dan hal-hal negatif lainnya. Sebagai sesama warga Indonesia yang tinggal di Malaysia, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan-tindakan yang tidak sepatutnya tersebut. Namun tidak adakah warga Malaysia yang melakukan hal-hal tersebut baik di Malaysia sendiri maupun di luar Malaysia? Ada banyak sekali dan tidak perlu dipungkiri.
Atau apakah diantara jutaan warga asing di Malaysia hanya warga Indonesia yang melakukan hal demikian? Jangan salah dan hanya mengecam warga Indonesia saja karena bukan hanya warga Indonesia, namun banyak warga negara lain yang juga melakukan perbuatan negatif tersebut.
Dan mengapa hal-hal negatif tersebut bisa berleluasa terjadi? Tanyakan hal ini pada pihak berkuasa di Malaysia.
n we never talking something bad about indonesians
Anda salah BESAR. Did you really never talking something bad about us? In fact you use to it. Kami (warga Indonesia di Malaysia [terlebih-lebih para TKI]) sudah biasa dicemo’oh, dipanggil seenaknya. Seperti yang selalu dipersoalkan, penyebutan kata “indon” untuk merujuk kami. indon itu apaan sich? makanan apaan sich? enak ya? minta dong!
Secara pribadi saya tidak masalah dipanggil “indon”, namun Anda (Malaysians) akan nampak berwibawa jika memanggil kami dengan nama kami atau jika Anda tidak mengenal kami, panggil kami layaknya Anda memanggil rakan Anda. Karna jangan sampai kami balik menyebut Anda (maaf) “malingsial” untuk membalasnya. Sopan itu indah pren…
so please do respect other countries and do not just talking nonsense
Ini yang membuat saya gusar dan MARAH BESAR dan saya rasa seluruh Indonesia akan menyalahkan Anda. Anda menyuruh kami merespect Malaysia? Ngga salah tuh
bukankah Malaysia yang tidak merespect Indonesia? Jika Malaysia menghargai Indonesia tidak mungkin kalian mengklaim kebudayaan kami sebagai milik Anda.
DO NOT START CLAIMING OUR RIGHTS
Sudah jelas kan, siapa yang tidak merespect siapa? Do respect us first if you want us to respect you back. And in this case I don’t talk nonsense. Clear.
Untuk komentar #2, saya rasa saya tidak perlu menghapus video tersebut karena pada dasarnya saya tidak menulis hal-hal jelek tentang siapapun juga dalam artikel tersebut. Bahkan saya mengajak rakan-rakan untuk berfikir positif menanggapi masalah ini dan menghimbau untuk tidak berteriak “GANYANG MALAYSIA”.
Saya rasa sudah amat jelas apa yang saya tulis di atas. Mengenai kasus Manohara sendiri ada baiknya pihak kerajaan Kelantan mengijinkan delegasi Indonesia bersemuka dengan Manohara atau biarkan Manohara berbicara di media masa tentang keadaannya supaya tidak terjadi salah paham terus-menerus. Karena menurut saya kerajaan Kelantan perlu dipersalahkan jika terus tertutup dan seolah-olah ingin menutupi masalah sebenarnya.
Tentang penyebutan kata “indon” ada cerita yang membuat saya marah, yaitu terdapat surat kabar di Malaysia yang secara sengaja menulis “Indonmobil” yang seharusnya “Indomobil”. Saya ceritakan nanti.
Update : ceritanya tentang penyebutan kata indon bisa Anda baca pada artikel “‘VW-Indonmobil’, Kosmo Membangkitkan Isu Negatif Indon-Malingsial”
Related Post :
- Manohara Odelia Pinot Pulang Ke Jakarta – Indonesia
- Isu Manohara : Permintaan Maaf Dan Tawaran Damai
- Manohara Odelia Pinot Disiksa?? GANYANG Malaysia…!!!
- Pengakuan Manohara – Video Wawancara Dengan Manohara
- Manohara Di Bukan Empat Mata (BEM) – Video Eksklusif
- Mertua Manohara Odelia Pinot Sakit
- “VW-Indonmobil”, Kosmo Membangkitkan Isu Negatif Indon-Malingsial
- Agnes Monica, Allah Peduli Haram di Malaysia
- Indonesia vs Malaysia vs Benlahmen = Gravatar
- Doa Akhir Tahun Untuk Palestina







May 18th, 2009 on 7:46 am
Saya orang indonesia.memang saya tidak terlalu mau ambil pusing tentang masalah indonesia dan malaysia.tapi tahu kelakuan pengeran terhormat pujaan malaysia itu tidak mencerminkan sifat seorang manusia.terlebih seorang anak raja yang menjadi panutan!
May 31st, 2009 on 7:23 pm
I just wanna say, i hate very very hate malingsia people
Thanxs
May 31st, 2009 on 8:29 pm
PAMAN JIRAN
Cipt : HARI WIDI ( GATEL BAND )
Kupunya paman disebrang lautan, biasaku memanggilnya paman jiran
Hidupnya mewah serba kecukupan, berbudaya santun juga dermawan
Membuat banyak saudaraku berduyun-duyun tinggalkan kampung halaman kenegeri jiran
Entah kenapa kini paman jiran, sikapnya membuat hatiku tak nyaman
Karna seringkali memperlakukan saudaraku bagai budak belian
Dimana sopan-santunmu sbagai saudara serumpun, bila kau gemar berlagak arogan
Paman jiran mengapa kini kau menjengkellkan…?
Setan mana yang mendidikmu jadi arogan…?
Paman jiran kenapa kini kau menyebalkan…?
Iblis mana yang membuatmu hilang ingatan…?
Sadarlah wahai paman, jangan engkau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
Pasca sucses sipadan dan ligitan, paman jiran semakin keranjingan
Mondar-mandir melanggar perbatasan, pamer senapan takuti nelayan
Dimana sopan-santunmu sbagai saudara serumpun, bila kau gemar berlagak arogan
Paman jiran mengapa kini kau menjengkellkan…?
Setan mana yang mendidikmu jadi arogan…?
Paman jiran kenapa kini kau menyebalkan…?
Iblis mana yang membuatmu hilang ingatan…?
Sadarlah wahai paman jangan engkau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
Sadarlah paman jangan kau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
Bukankan kita saudara serumpun, tak baik bila slalu bermusuhan (sumber : http://www.malingsia.com)
June 1st, 2009 on 1:21 pm
Reply saya sama;
http://benlahmen.com/manohara-odelia-pinot-disiksa-ganyang-malaysia.html/comment-page-1#comment-1019
come and get me pussy!
June 1st, 2009 on 9:16 pm
loh tapikan lihat saja di berita.bukannya mereka yang sering “mengambil” budaya kita dan kapal2 dari malaysia atau pemancing yang illegal(fishermans) yang katanya sering sekali melanggar teritory kita
read more here!!
http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2005/7/29/nation/20050729144933&sec=nation
well,im sorry if indonesian made some faults too
June 2nd, 2009 on 6:46 pm
Yang boleh dari seorang pangeran adalah:
1. Botak. Bahkan uangnyapun tak dapat menolong memperbaiki kepalanya yang botak. I wonder bagaimana mamanya Manohara bisa sebuta itu.
2. Berwajah mirip pelawak. Meskipun baru kali ini saya jumpai yang seperti ini, tapi yaaa sejujurnya si Tengku memang wajahnya mirip Udjo Project Pop. Jadi memang jauh dari berwibawa.
3. (Ini tidak boleh di mata kita, tapi tak berpengaruh di kalangan kerajaan, jadi saya anggap apapun kata kita, bagi mereka ini boleh.)Meregenerasi pola kepemimpinan yang menganut disiplin otoritarian. Biarpun ada PBB, Malaysia adalah negara kerajaan yang notabene identik dengan absolutisme. Rakyatnya saja belum sebebas kita dalam berpendapat. Kesimpulannya, karena mereka menganggap ini sebagai sesuatu yang lumrah, lebih baik orang Indonesia tak perlu tergiur lagi jika kelak dipinang oleh makhluk2 dari dalam kerajaan, karena absolutisme sudah tidak populer lagi untuk jaman sekarang.
Besok kalau United Kingdom sudah menjadi United Republicdom(istilah saya sendiri hehehe), mungkin rakyat Malaysia baru mau menyusul menyusun people power untuk merubah negara mereka menjadi republik. Pada saat itu terjadi, psikopat seperti Fakhry (kembarannya Udjo Project Pop) tak mungkin lagi berkutik.
Saya sangat bersimpati dengan Manohara, makanya saya ingatkan Manohara, “next time find a husband from a democratic country!!”
Oia saya termasuk yang sanggup jadi relawan ganyang Malaysia, bukan cuma karena kasus Manohara, tapi karena dari budaya hingga asset negara mau mereka rebut. Kalau Malaysia mewek sama Inggris, setidaknya beberapa tahun ke depan kita mungkin bisa mewek sama Obama. Setuju?
June 2nd, 2009 on 7:32 pm
Weh kok sampe segitunya sih. Maaf kita tdk boleh menilai mamusia dari fisiknya. Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Jika ada yang salah ya kita peringatkan, kalau ngga bisa ya mau gimana lagi
June 2nd, 2009 on 8:43 pm
saya pernah pacaran dgn orang malaysia. awalnya baik banget, bermulut manis dengan sejuta janji. Thank’s God… belakangan ketahuan belangnya yang kurang lebih sama seperti binatang. kelakuannya mirip dengan si tengku ( versi mano “shyko” ). Alhamdulillah saya cepat menydarinya. mostly malysian guy bulshit!
June 3rd, 2009 on 1:01 am
orang malaysia baik banyak, yg jelek juga ada..
orang indonesia sama saja..
yang jelas banyak orang indonesia mencari rejeki di malaysia (legally or illegally)..
dulu juga banyak orang malaysia menimba ilmu di indonesia..
so, hati2 menilai persoalan.. kasus manohara tidak bisa digunakan untuk melihat malaysia secara keseluruhan sebagai pihak yang jahat.. kasus serupa di indonesia juga tidak sedikit..
singapura adalah tempat dimana manohara bisa berkesempatan kembali ke indonesia, namun di singapura pula mahasiswa indonesia menjadi korban pembunuhan yang belum jelas keputusannya hingga kini..
apa singapura kemudian menjadi jahat atau baik?
jangan sampai kasus manohara menjadikan hubungan kita dengan malaysia memburuk.. selesaikan secara proporsional.. ok everybody.. be wise!
June 4th, 2009 on 6:32 pm
bro gw respect lho bro…gw org malaysia,gw bkn mau nyebelahin sesiapa,tp gw yakin kok kebenaran tetap pada yang benar..hubungan gw sm temen2 indo jg baik..gw sendri punyai cewe indo..tp dikerenakan manohara,kes indonesia-malaysia menjadi panas..jgn disebabkan kerana manohara seorang,berjuta2 menjadi korban fitnah.hal ini perlu diselidik bukannya dengan tuduhan melulu dari sebelah pihak.gw kesal bgt dengan segelintir indonesian yang menuduh sembarangan seolah2 kasus ini masalah negara…disebabkan kasus manohara ini juga gw ngerasa berfikir 2 kali untuk mengahwini cewe gw..
salam damai…
menurut gw penulis blog ini bukannya berada ditengah2..tp asik membelain negaranya aj…
June 4th, 2009 on 7:10 pm
Thumbs up bro…dan terima kasih kritikanya, sangat bermanfaat bagi saya. Pasal Manohara saya full neutral, berkali-kali saya hanya menyebutkan “jika” “dikabarkan” dan lain-lain yang saya baca dari surat kabar. Namun pasal kedaulatan negara, pengklaiman culture dan masalah negara yg lain, tegas saya katakan SAYA MEMBELA NEGARA SAYA INDONESIA. Karena dalam hal ini menurut saya Malaysia yang memprovokasi terlebih dulu. Maaf dan terima kasih
June 5th, 2009 on 1:42 am
heran deh, pdahal INDONESIA dan MALAYSIA adalah negara BERADAB, negara yg mayoritas ISLAM dan punya HUKUM, TETANGGAAN lagi.
kok sebagian rakyatnya malah bersikap seperti ANAK KECIL yg sedang berkelahi berebut mainan yaa???
jangan saling menyalahkan, seolah-olah diri sendiri gak pernah salah.. DEWASA lah…thinking POSITIF..
nama nya juga manusia, pasti punya salah.. manusia gak da yang sempurna… kecuali nabi. (ayo ada yg berani ngaku gak pernah buat salah ga??? yang JUJUR lhoo)
gak MALU tuh ma NEGARA lain???
yg pastinya ada yg merasa senang dengan pertengkaran ini… sumpah, memalukan banget!!! (malu gak pak cik? malu gak Mas?? emang masih ada kemaluan (rasa malu)???
TOLONG BERFIKIR DAHULU SEBELUM BERTINDAK…
ingat jangan ngikutin NAFSU n jangan mudah terpengaruh bisikan SETAN.. setan pasti sedang pesta tuw, coz, bisikanya berhasil… emang mau dibodoh-bodohi SETAN??
ingat, TUHAN selalu melihat dan menilai….(tuhan tak pernah tidur, jangan lupe kawan…)
Indonesians n malaysians, kalo udah ngerasa pintar, pasti tahu mana yang BENAR n SALAH…
kalo masih juga saling ejek mengejek, maki-memaki,, berarti kalian(termasuk saya pribadi)SADAR bahwa kalian masih BODOH dan mau dibodoh-bodohi…
sebelumnya maaf kalo ada kata2 yg salah (dan agak sedikit berantakan, bis bingung gmn cara ngmongnya. maklumlah, saya masih belajar…
so, cobalah untuk CINTA DAMAI
not only INDO n MALAY jah, but all people in the world
okeh gak tuww….
June 5th, 2009 on 2:10 am
Oke banget dek
but it’s all about the principe and territory of a country where we’re under it.
June 5th, 2009 on 1:37 pm
membela prinsip dan territory itu kewajiban sbg warga negara. tapi harus dengan prosedur yang sesuai…
jangan jadikan alasan membela negara membuat kita berkelakuan seperti anak kecil…
jangan bilang BERPENDIDIKAN, kalo masih saja saling mengejek dan menghina,,,
orang yang BERPENDIDIKAN pasti tau mana yang baik dan buruk, dan tau apa yang harus dilakukan…
salam damai ^_^V
June 5th, 2009 on 2:52 pm
Sip. Saya memang tidak berpendidikan tinggi cuma lulus SMA, namun saya juga manusia biasa yg tidak luput dari lupa dan lupa dan dosa dan khilaf. Dan sekiranya terdapat kata-kata saya yang salah, seperti anak kecil saya mohon beribu-ribu maaf. Saya hanya salah satu orang yang mencintai negara saya meskipun hidup saya di seberang.
Soal hina menghina sekali lagi saya mohon maaf, saya hanya manusia biasa yang ingin mengcounter attack menurut pribadi dan prinsip saya, bukan berarti ingin menghina atau mengata-ngatai satu kaum atau kelompok tertentu namun hanya saya tujukan kepada individu-individu yang bersangkutan. Coba deh seumpama barang-barang di rumah Anda diambil tanpa ijin oleh tetangga Anda padahal barang itu peninggalan nenek moyang Anda kemudian ia mengklaim barang itu adalah milik mereka, Anda sebagai anak dari keluarga Anda apakah akan tinggal diam? Maaf jika over generalisation saya hanya seorang yang menginginkan negara saya utuh. Bhineka Tunggal Ika
June 9th, 2009 on 1:03 am
Pernyataan Manohara pada metrotv pukul 00.15 (09-06-2009)berita malam menceritakan kenyataan yang dialaminya dan dibela oleh 8 tim kuasa hukum serta ditemukan sayatan didada oleh ahli visum. benar nggak ya?. jika benar kan jadi ramai. proses hukum dari dua negara bakal seru! belum lagi pengaduan TKI yang dianiaya majikannya. Manusiawikah? ditambah provokasi ambalat. ENAKNYA DIGANYANG APA DIEMUT?