Berkaitan kasus Manohara Odelia Pinot, timbul beberapa pertanyaan, kapan masalah ini akan berakhir? Siapa yang benar dan siapa yang bersalah? Dan yang paling utama, kapan Indonesia dan Malaysia akan berdamai luar dalam? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus hadir berikutan kasus yang tak kunjung tuntas bahkan belum menunjukkan titik temu, sehingga beberapa waktu lalu hadir 2 buah komentar pada artikel “Manohara Odelia Pinot disiksa? GANYANG MALAYSIA..!!!” oleh warga Malaysia yang hanya mengaku sebagai truemalaysian.
Komentar #1
for indonesian’s info..
please do stop blaming malaysians..
because u doesn’t know what indonesian in malaysia had done which is worst things (such as robbery,raped,killing,and illegally come here taking our land for free) than this manohara case n we never talking something bad about indonesians..
so please do respect other countries and do not just talking nonsense..TQ
Komentar #2
n one thing..the ‘pangeran’ who had been shown in your video above is NOT the tengku temenggong fakhri,kerabat diraja kelantan, but he is a good sultan of Terengganu so please respect us by removing the video.TQ.
Saya telah menjawab kedua komentar tersebut dan bisa Anda lihat di sini dan di sini, namun mungkin perlu perjelas sekali lagi.
u doesn’t know what indonesian in malaysia had done which is worst things (such as robbery,raped,killing,and illegally come here taking our land for free) than this manohara case
Memang saya akui terdapat beberapa dari warga Indonesia yang melakukan hal-hal buruk seperti merampok, memperkosa, membunuh dan hal-hal negatif lainnya. Sebagai sesama warga Indonesia yang tinggal di Malaysia, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan-tindakan yang tidak sepatutnya tersebut. Namun tidak adakah warga Malaysia yang melakukan hal-hal tersebut baik di Malaysia sendiri maupun di luar Malaysia? Ada banyak sekali dan tidak perlu dipungkiri.
Atau apakah diantara jutaan warga asing di Malaysia hanya warga Indonesia yang melakukan hal demikian? Jangan salah dan hanya mengecam warga Indonesia saja karena bukan hanya warga Indonesia, namun banyak warga negara lain yang juga melakukan perbuatan negatif tersebut.
Dan mengapa hal-hal negatif tersebut bisa berleluasa terjadi? Tanyakan hal ini pada pihak berkuasa di Malaysia.
n we never talking something bad about indonesians
Anda salah BESAR. Did you really never talking something bad about us? In fact you use to it. Kami (warga Indonesia di Malaysia [terlebih-lebih para TKI]) sudah biasa dicemo’oh, dipanggil seenaknya. Seperti yang selalu dipersoalkan, penyebutan kata “indon” untuk merujuk kami. indon itu apaan sich? makanan apaan sich? enak ya? minta dong!
Secara pribadi saya tidak masalah dipanggil “indon”, namun Anda (Malaysians) akan nampak berwibawa jika memanggil kami dengan nama kami atau jika Anda tidak mengenal kami, panggil kami layaknya Anda memanggil rakan Anda. Karna jangan sampai kami balik menyebut Anda (maaf) “malingsial” untuk membalasnya. Sopan itu indah pren…
so please do respect other countries and do not just talking nonsense
Ini yang membuat saya gusar dan MARAH BESAR dan saya rasa seluruh Indonesia akan menyalahkan Anda. Anda menyuruh kami merespect Malaysia? Ngga salah tuh
bukankah Malaysia yang tidak merespect Indonesia? Jika Malaysia menghargai Indonesia tidak mungkin kalian mengklaim kebudayaan kami sebagai milik Anda.
DO NOT START CLAIMING OUR RIGHTS
Sudah jelas kan, siapa yang tidak merespect siapa? Do respect us first if you want us to respect you back. And in this case I don’t talk nonsense. Clear.
Untuk komentar #2, saya rasa saya tidak perlu menghapus video tersebut karena pada dasarnya saya tidak menulis hal-hal jelek tentang siapapun juga dalam artikel tersebut. Bahkan saya mengajak rakan-rakan untuk berfikir positif menanggapi masalah ini dan menghimbau untuk tidak berteriak “GANYANG MALAYSIA”.
Saya rasa sudah amat jelas apa yang saya tulis di atas. Mengenai kasus Manohara sendiri ada baiknya pihak kerajaan Kelantan mengijinkan delegasi Indonesia bersemuka dengan Manohara atau biarkan Manohara berbicara di media masa tentang keadaannya supaya tidak terjadi salah paham terus-menerus. Karena menurut saya kerajaan Kelantan perlu dipersalahkan jika terus tertutup dan seolah-olah ingin menutupi masalah sebenarnya.
Tentang penyebutan kata “indon” ada cerita yang membuat saya marah, yaitu terdapat surat kabar di Malaysia yang secara sengaja menulis “Indonmobil” yang seharusnya “Indomobil”. Saya ceritakan nanti.
Update : ceritanya tentang penyebutan kata indon bisa Anda baca pada artikel “‘VW-Indonmobil’, Kosmo Membangkitkan Isu Negatif Indon-Malingsial”
Related posts:
sekarang kasus manohara sudah selesai, semoga benar-benar selesai