Manohara Odelia Pinot Pulang Ke Jakarta – Indonesia
[by Benlahmen] [on Jun.01, 2009] [filed in : Kasus Manohara | News]
Kasus Manohara Odelia Pinot yang sebelum ini terlihat buntu dan tidak menunjukkan jalan lurus akhirnya sedikit menemui titik terang, ditandai si manis nan cakep lagi seksi tapi bukan artis foto bugil lho
, Manohara Odelia Pinot pulang ke Jakarta, setelah dijemput ibunda Manohara sendiri Daisy Fajarina dan sang kakak Dewi Sri Asih di Singapura kemarin. Tiba di Jakarta pukul 07.30 WIB pagi (Ahad), Manohara dikabarkan sangat gembira dapat berkumpul dengan keluarganya dan dikabarkan pula kepulangan Manohara Odelia Pinot ke Indonesia bukan karena paksaan pihak keluarganya melainkan atas kemauan pribadinya sendiri. Bagaimana tidak, setelah sekian lama berada di Malaysia tentu saja beliau kangen dengan keluarga dan tanah airnya sendiri diluar dari kasus penganiayaan dan penyiksaan yang dialami Manohara oleh suaminya Tengku Muhammad Fahry, putra Raja Kelantan.
Saya rasa kasus Manohara sudah mulai akan mencapai klimaks, mengapa bisa begitu? Hal itu tercermin dari pengakuan Manohara sendiri yang katanya membenarkan berita dan tuduhan-tuduhan Daisy Fajarina atas perlakuan dan tidakan kasar menjurus tidak manusiawi oleh sang suami, Muhammad Fahry–banyak yang mengatakan beliau Tengku Fahry (maaf) psiko–. Nah, apakah yang Manohara lakukan setelah pulang ke tanah air?
Manohara Mengunjungi Laskar Merah Putih
Menurut media massa Indonesia, setelah menginjakkan kaki di Jakarta, Manohara kemudian mengunjungi Laskar Merah Putih yang kebetulan bermarkas tidak jauh dari tempat makan siang beliau dan keluarga di daerah Petojo, Jakarta. Sebagaimana diketahui bersama Laskar Merah Putih juga turut memperjuangkan nasib Manohara dengan suara lantang atas dasar solidaritas dan kemanusiaan.
Namun begitu kebanyakan warga Malaysia turut mempersoalkan hadirnya LMP diantara kasus ini. Mereka mungkin mengatakan apa sih pengaruh atau untungnya dengan keterlibatan LMP? Atau juga mengapa warga Indonesia banyak melakukan demo atas kasus ini? Jika Anda adalah warga Malaysia pasti Anda tidak heran mengapa kami begini, toh kami bukan kali ini saja kami melakukan hal yang sama, benar bukan? Contohlah kami, tindakan kami tersebut relevan dengan nama negara kami, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bersatu mengarungi masalah, karena masalah satu warga Indonesia adalah masalah kami semua, kami bersatu, apalagi jika menyangkut masalah dengan negara lain.
Disamping itu pula hal ini menunjukkan rasa solidaritas atas dasar sesama warga negara, we love unity men…kami juga mempunyai rasa solidaritas paling tinggi di dunia. Demo juga relevan dengan prinsip demokrasi, Indonesia adalah negara demokrasi. Malaysia punya itu semua? Jika tidak belajarlah dengan kami, kami dengan senang hati akan mengajari Anda bersolidaritas dan berdemokrasi jika Anda belum tahu cara-caranya.
Sebagai tambahan pula, menurut pengalaman saya yang sudah tidak asing lagi dengan keadaan Malaysia karena 5 tahun terakhir 80% hidup saya adalah di Malaysia, saya berani mengatakan Malaysia mempunyai solidaritas dan demokrasi yang cukup lemah, jauh di bawah Indonesia. Kenapa? Bandingkan saja dengan Indonesia dan mulailah belajar.
Manohara Akan Melaporkan Fahry ke Polisi
Ini yang akan menjadikan suasana semakin tegang. Jika benar Fahry akan dilaporkan ke polisi, bukan tidak mungkin beliau akan bermukim di hotel prodeo atas tindakan yang dilakukannya kepada sang istri, Manohara.
Menyangkut dimana akan dilaporkanya kasus tersebut, karena kejadian penyiksaan dilakukan di Malaysia, tentu saja kasus ini akan ditangani pihak kepolisian Malaysia. Nah, bagaimana nantinya kerjasama polisi Malaysia juga menjadi tanda tanya besar bagi saya. Diluar dari kredibilitas Fahry yang notabene putra raja dan warga Malaysia, sudah diketahui umum bahwa uang bisa saja menjadi raja. Dengan harta kekayaan yang dimiliki kerajaan Kelantan, bukan tidak mungkin polisi Malaysia akan tergiur, disamping itu kerajaan Kelantan sendiri seolah-olah berpihak ke Fahry yang sudah ditunjukkan dengan tertutupnya kerajaan atas kasus ini dan tidak diperkenankanya ibunda Manohara bertemu dengan anaknya sendiri.
Bukti-bukti Penganiayaan dan Siksaan Terhadap Manohara
Bukti-bukti saya rasa sudah cukup jelas. Pernyataan dan pengakuan Manohara sendiri beserta foto bugil foto-foto bekas penganiayaan yang dilakukan akan menjadi senjata utama dalam berkas laporan. Apakah diperlukan juga hasil visum? Atau malah membutuhkan seorang Roy Suryo untuk membuktikan originalitas foto-foto tersebut seperti yang biasa ia lakukan atas foto-foto bugil, video porno dan gambar-gambar mesum yang banyak tersebar di internet?
Dan ada sedikit info tambahan. Tadi sempat saya baca status Facebook dari mas Andri Hardiansyah yang mengatakan adanya wartawan Malaysia yang datang ke Indonesia untuk mengetahui perkembangan kasus Manohara secara langsung, karena disebutkan bahwa media massa Malaysia amat tertutup terhadap kasus ini. Saya juga merasakan tertutupnya kasus ini dengan minimnya pemberitaan di media, jika ada hanya berita yang baik-baik saja.
Nah, bagaimana pendapat Anda?
Related Post :
- Mertua Manohara Odelia Pinot Sakit
- Kasus Manohara, Malaysia Ingin Dihargai?
- Manohara Odelia Pinot Disiksa?? GANYANG Malaysia…!!!
- Isu Manohara : Permintaan Maaf Dan Tawaran Damai
- Pengakuan Manohara – Video Wawancara Dengan Manohara
- Manohara Di Bukan Empat Mata (BEM) – Video Eksklusif
- “VW-Indonmobil”, Kosmo Membangkitkan Isu Negatif Indon-Malingsial
- Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2018/2022
- Foto Julia Perez Oral Sex – Foto Bugil Jupe, eh..
- Indonesia vs Malaysia vs Benlahmen = Gravatar







June 1st, 2009 on 7:53 am
Bagus lah Mano udah plg ke Indo, n mendingan kasus penyiksaan dll langsung dilaporkan n ditangani. Bisa ga sih ditindak lanjuti pake badan hukum inter? Soalnya kalo lapor ke Malaysia sendiri, bukannya bakal susah juga buat menang, soalnya lawannya pangeran Kelantan? BUKANNYA NUDUH SMUA ORG MALAYSIA yaa.. tapi kemaren2 aja Daisy nya dicekal masuk ke sana karena siapa? keluarga Kelantan. Nah kalo kayak gini kan ga seimbang powernya.
Trus 1 lagi nih Abu.. kita ga blh loh mengeneralisasi org laen. Kayaknya dari yg slm ini gue baca di internet, mereka sendiri ga begitu jelas apa yg si Mano alami.. Malah yg lebih tau tuh cukup marah sama Kelantan sendiri..
Ini kasus si pangeran sebagai 1 org, bukan mewakili 1 negara, jadi kayaknya jgn blg kalo mereka ga bersatu lah, dll.. Itu debat yg ga relevan sama sekali dengan kasus Mano..
No offense.
June 1st, 2009 on 8:24 am
Terima kasih bro. Sepertinya pihak manohara mencoba ke polisi Malaysia dulu jika gagal atau tdk ada kerjasama mereka akan mengajukan kes ini ke PBB atau interpol transnasional (sumber : okezone.com)
Dan dlm kasus ini saya berbicara dalam konteks pribadi dan lebih seneng netral. Bukanya mengeneralisasi tapi hanya show up to all of them that we are big. Kaya nama negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga atas dasar pengalaman saya di Malaysia. Terima kasih sekali lagi bro, info dan kritikanya bermanfaat sekali
June 1st, 2009 on 8:52 pm
Gw seneng banget waktu tau Mano pulang dengan selamat (fiuh pasti si Fakhry nyesel banget ga sempet siapin C4) hehehe
Blog lo bagus banget dalam menulis kisah manohara, memang Malaysia itu harus belajar banyak soal demokrasi dari bangsa yang sering mereka hina ini. Cuz ketara banget kalau kasus ini di Malay ditutupin dari publik.
Gw sering bingung kenapa mereka suka klaim kalau mereka negara maju, cuz -sory bukan bermaksud rasis- tapi yang bikin mereka maju kan bukan orang melayu asli secara orang melayu malaysia itu sudah terkenal keMALESSIAnnya gara – gara kebanyakan berlindung di ketek pemerintah (yah contohnya kayak si Fakhry itu lah).
Yah semoga aja kasus ini bikin rakyat Malay sadar kalau emang banyak banget hal yang salah di pemerintahan mereka. Seharusnya ‘kerajaan’ ga diberi hak yang berlebihan dan imunitas dibanding rakyat biasa. Dan ga seharusnya raja disembah kaya Tuhan.
June 1st, 2009 on 10:45 pm
Kalo kasusnya di Malaysia ditutup-tutupi iya sekali. Setiap kali saya beli koran, surfing di website-website pun ga ada beritanya, padahal saya pengen bgt bacanya. Yang ada cuma berita Mano lagi liat bola ama suami dan diberitakan atas kemauan sendiri, hadir di kenduri kawin dan senyum-senyum difoto dan diberitakan mereka akur-akur aja, kontras dg keadaan sebenarnya. Tapi memang kebanyakan koran-koran gede disini adalah didukung dan mendukung pemerintahnya. Tengkyu bro dah mampir
June 1st, 2009 on 8:55 pm
Negara kita emang pengecut, wong tau warganye di siksa abis.. tp ga ada tindakan. Malahan kedubes AS yang nolongin, padahal Manohara kan statusnya WNI (TANYA KENAPA?)
June 1st, 2009 on 10:54 pm
Saya kasih tanda tanya besar deh
maaf saya juga ga tau. Mungkin kedubes ga dikasih amplop kali
June 1st, 2009 on 9:38 pm
ya gitu sich indonesia – kedubesnya ga becus, ga kerja, ga mau nolongin warganya
kecewa saya
rio2000’s last blog post.. Award dari Fitri Alifah
June 1st, 2009 on 11:09 pm
Saya juga kecewa mas Rio
June 1st, 2009 on 10:26 pm
Emang Malaying itu apapun kekayaannya hasil rampokan. Dari mulai hasil budaya & Makanan khas Indonesia telah dirampas. Sampai2 pulau Ambalat diincar akan dicaplok. Entar jangan-jangan binik2 kita disikat juga….
June 1st, 2009 on 11:11 pm
Huss..bini kok diembat
June 2nd, 2009 on 6:12 am
PAMAN JIRAN
Cipt : HARI WIDI ( GATEL BAND )
Kupunya paman disebrang lautan, biasaku memanggilnya paman jiran
Hidupnya mewah serba kecukupan, berbudaya santun juga dermawan
Membuat banyak saudaraku berduyun-duyun tinggalkan kampung halaman kenegeri jiran
Entah kenapa kini paman jiran, sikapnya membuat hatiku tak nyaman
Karna seringkali memperlakukan saudaraku bagai budak belian
Dimana sopan-santunmu sbagai saudara serumpun, bila kau gemar berlagak arogan
Paman jiran mengapa kini kau menjengkellkan…?
Setan mana yang mendidikmu jadi arogan…?
Paman jiran kenapa kini kau menyebalkan…?
Iblis mana yang membuatmu hilang ingatan…?
Sadarlah wahai paman, jangan engkau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
Pasca sucses sipadan dan ligitan, paman jiran semakin keranjingan
Mondar-mandir melanggar perbatasan, pamer senapan takuti nelayan
Dimana sopan-santunmu sbagai saudara serumpun, bila kau gemar berlagak arogan
Paman jiran mengapa kini kau menjengkellkan…?
Setan mana yang mendidikmu jadi arogan…?
Paman jiran kenapa kini kau menyebalkan…?
Iblis mana yang membuatmu hilang ingatan…?
Sadarlah wahai paman jangan engkau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
Sadarlah paman jangan kau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
Bukankan kita saudara serumpun, tak baik bila slalu bermusuhan
June 2nd, 2009 on 6:58 am
saya yang merasa kecewa dengan kedubes indonesia di malaysia
kenapa mereka tidak melindungi warga negaranya yang mengalami siksaan
hanya satu negara di dunia yang tidak memperhatikan nasib rakyatnya yang berada di luar negeri, yaitu indonesia
hu’uh semoga pemerintahan yang baru mendatang diperbaiki kinerjanya
June 2nd, 2009 on 7:48 am
Setuju. Lanjutkan
June 2nd, 2009 on 4:30 pm
kebenaran berita dan kasus yang menimpa Manohara perlu pembuktian yang jelas dan nyata, agar kebenaran bisa terungkap dan nantinya siapa yang bersalah akan terlihat.
blog saya ada di
http://arjip.wordpress.com
June 2nd, 2009 on 4:52 pm
Tepat. Dan pihak manapun harus fair jika dijadikan jembatan masalah ini termasuk pihak Malaysia, tidak mengira Tengku Fahry adalah anak diraja
June 2nd, 2009 on 4:43 pm
suka sgt saya ingin berjuma dgn tuan punya blog ini.. kerana setahu saya dia ada di Malaysia
wan’s last blog post.. Islamic Calendar
June 2nd, 2009 on 4:59 pm
Senang sangat ada orang nak jumpa saya. Insyalloh jika ada masa. Terima kaseh